Minggu, 06 September 2020

Yuk, Kenalan dengan Ilmuwan-ilmuwan Islam!


    Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Sahabat Shahwah. Bagaimana kabarnya? Masih semangat belajar daringnya? Atau, mulai ngeluh karena kuota menipis, sinyal susah bikin meringis, dan butuh segera piknik untuk menyegarkan psikis? :D Shahwah percaya, pembaca-pembaca Shahwah adalah penuntut ilmu yang tangguh, ikhlas dan tak kenal lelah. Lagipula, Ali bin Abi Thalib dalam Ta’lim Muta’allim juga menjelaskan, setidaknya ada enam syarat dalam menuntut ilmu, di antaranya; kecerdasan, kemauan, kesabaran, biaya, bimbingan guru dan waktu yang tidak sebentar.

    Berbicara tentang ilmu, maka kita juga akan akrab dengan kata ilmuwan. Ya, orang yang ahli atau banyak pengetahuannya mengenai ilmu. Mungkin kita masih mengenal dengan baik kerut cerdas di dahi Einstein, yang karena temuan teori relativitasnya, namanya bisa kita kenang hingga kini. Mungkin kita juga masih mengenang dengan baik teriakan “Eureka!”nya Archimedes, saat ia berkeliling kota untuk meruahkan bahagian atas setitik-dua titik ilmu yang baru ditemukannya. Atau, mungkin kita juga masih mengingat dengan baik cerita “apel jatuh”nya Newton. Karena sederet temuannyalah yang membuat namanya masih eksis menghiasi lembar-lembar buku sains di rak-rak perpustakaan kita. 

    Kita semua sepakat, bahwa nama-nama di atas dikenang dan dimonumenkan sejarah karena ilmu, karena temuan-temuan mereka yang berguna untuk kemaslahatan hidup manusia hingga saat ini. Tapi, apakah kita masih mengetahui dengan baik pula, bahwa Islam juga punya sederet nama yang tak kalah kilaunya dibanding nama-nama di atas dalam rentang sejarah keilmuan? Sebutlah Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Alkhawarizmi, al-Haitam dan masih banyak lagi. Kenanglah temuan-temuan mereka yang menyejarah, tentang filsafat, ekonomi, kedokteran, sains, astronomi, hingga penemuan angka nol. Di sini Shahwah akan ulas sedikit dari banyaknya ilmuwan Islam yang sangat berpengaruh dalam perjalanan ilmu pengetahuan di dunia. Siapa tahu kamu mengidolakan salah satunya. Ini diaa!

  1. Ibnu Sina

Ibnu Sina merupakan seorang ilmuwan muslim dunia yang berkontribusi besar dalam bidang kedokteran. Pemilik nama lengkap Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina ini lahir di bulah Shafar 370 H atau Agustus 980 M. Beliau telah melakukan penelitian besar yang diabadikan oleh sejarah ilmu kedokteran dunia. Ibnu Sina memiliki semangat belajar yang tinggi, berbagai bidang ilmu beliau pelajari. Tidak hanya belajar di bidang kedokteran, Ibnu Sina juga mempelajari bidang teologi dan matematika, sehingga tidak mengherankan apabila di usia 16 tahun beliau menjadi pusat perhatian para dokter pada zamannya. Tidak hanya itu, Ibnu Sina juga merupakan salah seorang yang pertama kali menemukan cara pengobatan bagi orang yang sakit dengan cara menyuntikkan obat ke tubuh penderita, maka tidak heran apabila beliau diberi julukan al-Ra’s atau puncak gunung pengetahuan (m.merdeka.com).

  1. Alkhawarizmi

Ilmuwan muslim yang berpengaruh di dunia lainnya adalah Alkhawarizmi. Beliau dikenal sebagai salah satu ilmuwan muslim yang berkontribusi besar di bidang matematika, geografi dan astronomi. Salah satu penemuan dari Alkhawarizmi adalah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Tidak hanya itu, beliau juga ahli di bidang yang lain seperti filsafat, aritmatika, musik, geometri, sejarah Islam dan kimia. Alkhawarizmi juga merupakan seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan Aljabar dan hisab (m.merdeka.com)

  1. Jabir Ibn-Hayyan

Jabir Ibn-Hayyan merupakah ilmuwan muslim berpengaruh yang sering disebut sebagai “the father of modern chemistry”. Beliau seorang ahli di bidang kimia, fisika dan farmasi yang telah mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi. Beberapa penemuannya di bidang kimia telah menjadi dasar bagi berkembangnya ilmu kimia moderen saat ini. Tidak hanya itu, Jabir Ibn-Hayyan dapat mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia ke dalam proses pembuatan logam dan besi (m.merdeka.com).

  1. Al-Zahrawi

Al-Zahrawi juga merupakan salah satu ilmuwan muslim terkenal di dunia. Beliau seorang tokoh yang meletakkan dasar-dasar ilmu bedah modern. Hingga kini karya-karya dan pemikirannya dijadikan kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa. Beliau merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol. Al-Zahrawi dikenal sebagai salah satu ilmuwan muslim yang paling jenius di zamannya (m.merdeka.com).

  1. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun merupakan seorang sejarawan dan sosiolog Islam yang terkenal di dunia. Sejak kecil, Ibnu Khadun sudah dikenal sebagai seorang yang hafal Quran, maka tak heran apabila beliau mampu melahirkan karya-karya yang luar biasa. Jauh sebelum ilmuwan Barat menemukan berbagai macam teori ilmu sosialnya, Ibnu Khaldun melalui kitab Muqaddimah sudah menelurkan teori-teorinya dengan lengkap dan ilmiah. Teori-teorinya tentang berbagai studi ilmu pengetahuan merupakan temuan revolusioner yang diakui mendahului sekaligus dirujuk oleh para pemikir besar dunia, seperti Adam Smith, Max Weber, dan Arnold Y Toynbee. Karena itu, tak heran jika Ibnu Khaldun diakui sebagai bapak ilmu sosial, ekonomi, dan sejarah. Dalam pembukaan muqaddimah, Ibnu Khaldun mengawalinya dengan menjelaskan karakteristik bangsa-bangsa yang akan ia tulis. Ibnu Khaldun bahkan menjelaskan sampai pada posisi geografinya, jumlah musim hingga cuaca. Kitab Muqaddimah ini selesai ditulis pada 1337 Masehi, tapi gagasan Ibnu Khaldun dalam buku ini masih relevan untuk diaplikasikan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang muncul pada era digital ini. Kitab Muqaddimah disusun dengan sistematis, mulai dari membahas lingkungan fisik manusia, diskusi tentang organisasi sosial primitif, hubungan mereka dengan bentuk kehidupan urban yang lebih maju, hingga pemerintahan dan negara sebagai bentuk tertinggi organisasi sosial manusia. (republika.co.id)

  1. Ibnu al-Haytam

Membicarakan Optik, maka tak bisa dilepaskan dari seorang ilmuwan muslim bernama Ibnu Al-Haytam. Beliau dijuluki Bapak Optik. Salah satu bukunya, al-Manazir diakui sebagai rujukan ilmu optic di dunia. Selain menguasai ilmu optik, Ibnu al-Haytam juga menguasai filsafat. Apalagi diperkirakan ada lebih dari dua ratus buku tentang berbagai aspek alam telah ditulisnya. Di dalam kitab al-Manazir, dia adalah ilmuwan pertama yang mampu menjelaskan bagaimana cara kerja optik pada mata manusia dalam menangkap dan menerima gambar atau visual secara detil (m.cnnindonesia.com).

Nah, setelah mengetahui ilmuwan-ilmuwan muslim yang telah Shahwah tulis di atas, Ilmuwan manakah yang paling kamu idolakan? Shahwah do’akan, semoga kamu menjadi penerus mereka, ya. Menjadi ilmuwan muslim yang berpengaruh di dunia. 

Islam sendiri sangat memuliakan ilmu. Ayat Quran yang pertama turun adalah jembatan antara manusia dengan ilmu pengetahuan; perintah membaca. Sebagaimana yang kita tahu, menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Allah juga meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ilmu lebih utama daripada harta, begitu kata Ali bin Abi Thalib, sahabat Nabi yang dijuluki pintu gerbang dari ilmu pengetahan. Beliaupun memaparkan beberapa alasannya, di antaranya; karena ilmu adalah warisan para Nabi, sementara harta adalah warisan Qarun dan Fir’aun. Ilmu dapat menjaga pemiliknya, sedangkan harta harus dijaga pemiliknya. Orang kaya harta banyak musuhnya, sedangkan orang yang kaya ilmu banyak sahabatnya. Harta kalau dibelanjakan maka akan berkurang dan habis, sedangkan ilmu kalau diberikan malah semakin bertambah. Orang yang kaya harta dipanggil bakhil, sedangkan orang yang banyak ilmunya disebut agung.  Ilmu tidak perlu penjagaan dari pencuri, sedangkan harta harus dijaga dari pencuri. Pada hari kiamat, orang yang banyak harta akan dihisab mengenai hartanya, sedangkan orang yang berilmu dapat memberikan syafaat pada hari kiamat. Harta bisa habis dan rusak, sedangkan ilmu tidak akan habis dan tidak akan rusak. 

Sahabat, semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diberi ilmu, lalu ilmu itu membuat kita semakin merunduk dan merasa tidak ada apa-apanya di hadapan Ilmu-Nya yang tidak akan bisa terhingga walau semua kayu di bumi dijadikan pena dan semua lautan dijadikan tintanya. Sekian dulu yang bisa Shahwah sampaikan pada tulisan kali ini. Jangan lupa, tetap setia dengan tulisan-tulisan Shahwah selanjutnya, ya. Wallahualam bishshawab Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. 

Referensi

https://m.merdeka.com/jateng/6-ilmuwan-muslim-yang-paling-berpengaruh-di-dunia-wajib-diketahui-kln.html

https://m.republika.co.id/amp/pnjfzs458#aoh=15993090806901&amp_ct=1599309087780&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s

https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20150225111438-199-34692/ibnu-al-haytam-tokoh-islam-yang-disebut-bapak-optik

Penulis: Dini Hanifa, Pendidikan Bahasa Indonesia 2018.

Ingin Ikut Organisasi, tapi...

    Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, sahabat Shahwah. Bagaimana kabar-Nya? Semoga Rahmat dan petunjuk-Nya selalu menyertai kita kapanpun dan di manapun kita berada. Tidak terasa kita sudah memasuki tahun ajaran baru. Untuk kakak-kakak Shahwah yang sudah semester akhir, semangat mengerjakan skripsinya, ya. Melihat tumpukkan kertas garapan skripsi itu, bagaikan melihat setumpuk pahala yang menanti untuk diraih dengan cara dikerjakan. Untuk teman-teman semester tiga dan lima, ayo, tetap semangat meraih ilmu, menerima materi perkuliahan, meskipun kantung baju jadi terkuras untuk beli kuota dan kantung mata jadi membengkak karena terlalu lama memelototi layar gawai selama belajar di rumah saja. Tak apa, selama kita meniatkan semua karena-Nya, insyaAllah tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Untuk adik-adik yang diterima sebagai mahasiswa baru Untirta tahun ini, kami ucapkan, selamat datang! ☺ Sekarang, gelar siswanya sudah dibubuhi maha, maka semoga beriring dengan pribadi yang mendewasa, bertaqwa dan makin giat menimba setitik-dua titik ilmu dari lautan ilmu-Nya.

    Sahabat, berbicara soal dunia perkuliahan, target-target apa saja yang kamu harapkan selama menjadi mahasiswa? Dapat IPK tinggi? Menjadi aktivis dan ikut berbagai organisasi? Atau, lulus dengan nilai cumlaude dan menjadi mahasiswa berprestasi? Idealnya tentu tiga-tiganya. Tapi kali ini, Shahwah akan membahas yang kedua, yakni kiat-kiat memilih organisasi di kampus agar kehidupanmu sebagai mahasiswa menjadi lebih berwarna. 

    Sebagimana yang kita tahu, mengikuti organisasi itu penting karena dengannya kita bisa mendapatkan berbagai ilmu yang tidak kita dapatkan di  kelas, sedang ilmu tersebut sangat berguna bagi kita di masyarakat. Dengan berorganisasi pula kita bisa punya lebih banyak jaringan yang akan banyak membantu kita termasuk saat kita lulus dari bangku perkuliahan dan mulai berkenalan dengan dunia pekerjaan. Banyak di antara mahasiswa yang berencana menjadi aktivis dan sudah menyusun beberapa nama organisasi untuk diikuti. Tapi, tidak sedikit pula mahasiswa yang takut salah masuk organisasi atau bingung memilih organisasi yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Lalu, bagaimana kiat agar kita bisa memilih organisasi yang paling tepat? Berikut beberapa tips yang bisa Shahwah bagikan:

Pertama, pilih organisasi yang bukan hanya membantumu dalam urusan dunia, tapi juga membantumu dalam urusan akhirat. Sebagai seorang muslim, kita mempunyai orientasi yang jelas dalam hidup; orientasi akhirat. Kita sadar bahwa dunia hanya persinggahan, kita sadar bahwa akhirat adalah terminal keabadian. Dunia adalah tempat menabur amal, akhirat adalah tempat memanennya. Di dunia perkuliahan, tidak sedikit hal-hal yang bisa membuat kita lalai akan hakikat tersebut, yang membuat kita terlampau sibuk dengan urusan dunia dan lupa mempersiapkan diri untuk tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Agar kita terhindar dari hal tersebut, kita perlu orang-orang dan lingkungan yang senantiasa mengingatkan kita akan akhirat, salah satunya, dengan mengikuti organisasi. Pilih organisasi yang kamu anggap bisa menjadi sarana dalam ketaatan kepada-Nya.

Kedua, Lihat anggota-anggota dari organisasi yang akan kamu pilih. Sahabat, anggota organisasi merupakan salah satu cerminan dari organisasi itu sendiri. Ada baiknya sebelum memilih suatu organisasi, kamu nilai terlebih dulu bagaimana anggotanya. Apakah mereka baik akhlaknya? Baik agamanya? Baik akademiknya? Apakah kamu bisa menemukan sosok mahasiswa teladan dalam dirinya? Kalau kamu menemukan hal-hal di atas pada diri seorang mahasiswa, boleh jadi karakter itu ia dapatkan dari gemblengan yang ia terima dari organisasi yang diikutinya. 

Ketiga, pilih organisasi yang sesuai dengan minat dan bakatmu. Alhamdulillah.. di kampuus kita tercinta, sudah banyak UKM-UKM yang bisa menjadi pilihan untuk mengasah bakat-bakat mahasiswa. Kamu suka bela diri? Ikutlah UKM bela diri. Kamu suka olahraga? Tinggal mendaftar UKM olahraga. Kamu suka menjelajah di alam bebas? Mungkin UKM Mapala bisa menjadi pilihanmu. Atau, kamu ahli berdakwah dan membaca Quran dengan nada indah? Rohis kampuslah mungkin tempat mengasah bakatmu. Selain bisa mengasah potensi, mengikuti organisasi yang sesuai dengan minat dan bakat juga bisa menjadi jembatan bagimu untuk mengembangkan hobimu jadi prestasi, lho! Selain, tentu saja dengan begitu, kamu juga bisa lebih menikmati aktivitasmu di organisasi tersebut. 

Keempat, Minta pendapat dari orang-orang terdekat yang kamu percaya. Kamu punya kenalan kakak tingkat atau teman sekelas yang menurutmu menjadi cerminan mahasiswa teladan dan orang itu sudah sangat kamu percaya? Mungkin, kamu bisa meminta pendapat padanya. Orang-orang yang baik insyaAllah akan menunjukkanmu jalan-jalan kebaikan pula. 

Kelima, berdoa dan meminta petunjuk pada Allah. Dia yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Maka selalulah minta dipilihkan padanya, karena pilihan-Nya tidak pernah salah.

“Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka pada jalan yang lurus.” (QS. an-Nisa: 66-68)

Baiklah sahabat, hanya itu yang bisa Shahwah sampaikan pada tulisan kali ini. Semoga kiat-kiat yang telah dipaparkan di atas bermanfaat buatmu yang masih bimbang dalam memilih organisasi, ya. Ikuti terus tulisan-tulisan Shahwah berikutnya! Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..


Penulis: Dini Hanifa, Pendidikan Bahasa Indonesia 2018.

   


Peran Kiayi dalam Peristiwa Geger Cilegon 1888

Oleh: Imas Mufliha (Pendidikan Sejarah 2019) Pada tahun 1882-1884 Banten ditimpa dua malapetaka besar, yaitu meletusnya Gunung...