Selasa, 13 Oktober 2020

Puisi Mata Tua

Oleh: Kartika Ratna Sophia

Ah mata tua itu masih terlihat muda
Sorotnya tajam berani juga membara
Secangkir kopi habis diseruput perlahan
Memori kembali ke masa perjuangan

Mata tua itu menyirat makna
Kisah-kisah mulai kembali dibuka
Menghela nafas menyiapkan kata pembuka
Diriku mendengar serta menyelipkan tanya

Katanya.. 
"Indonesia benarkah sudah merdeka?"
Aku mengangguk mantap merasa
Katanya.. 
"Indonesia dulu dan sekarang tidak berbeda."
Aku diam tercengang menengada
Katanya..
"Indonesia dulu dan sekarang juga tak sama."
Aku masih diam dibuat terperdaya

Aku menanti kalimat selanjutnya
Sayang barangkali dia belum bisa
Bergegas menutup cerita
Meminta aku kembali pada esok senja

Sebelum kaki melangkahi pagar
Dia berkata
"Kan ku cerita kan apa yang tak berbeda dan apa yang tetap sama."

Aku pergi.. Aku masih sama diam
Ah Indonesia mengapa kisahmu
Membuat aku diam seribu bahasa
Membiarkan aku menanti satu malam sahaja

Peran Kiayi dalam Peristiwa Geger Cilegon 1888

Oleh: Imas Mufliha (Pendidikan Sejarah 2019) Pada tahun 1882-1884 Banten ditimpa dua malapetaka besar, yaitu meletusnya Gunung...