Tidak terasa sebentar lagi kita akan bertemu dengan bulan Ramdhan, bulan yang sangat ditunggu dan dirindukan umat islam. Lalu apakah yang sudah kita persiapkan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan ini? sebelum kita membahas lebih jauh, kita kenalan dulu, yuk, sama bulan Ramadhan ini. Ramadhan itu apa? mengapa dinamakan Ramadhan? oke kita bahas sejarahnya yah. Bulan Ramadhan adalah bulan ke sembilan pada kalender hijriah. Berasal dari kata Ar-Ramadhan yang berati panas yang menghauskan atau kekeringan. Pada masa itu, Ramadhan selalu identik kehadirannya dengan musim panas. Panas (Ar-Ramadhan) dalam kalender hijirah dikiaskan pada kewajiban umat islam untuk berpuasa. Yaitu rasa panas, kering, haus saat berpuasa. Tetapi dibalik itu semua bulan ini menjadi bulan yang terbaik, dibukakan pintu surga selebar-lebarnya serta para setan dibelenggu, dan semua amal dilipat gandakan oleh Allah.
Ramadhan juga merupakan bukti kecintaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Loh kok bisa? jadi begini ceritanya. Nabi pernah galau dan mengadu kepada Allah bahwa amal perbuatan umatnya tidak akan mampu menandingi umat terdahulu, sebab usia yang begitu singkat (sekitar 60 tahun, umur nabi Nuh sekitar 900 tahun). Oleh sebab itu Allah jadikan bulan Ramadhan sebagai bukti kasih sayangnya, yang di dalamnya ada satu malam yang setara dengan 83 tahun yaitu malam lailatul qodar.
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu neraka ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikan sungguh ia terhalangi” [HR.Ahmad dalam Al-Musnad(2/385). Dinilai shahih oleh Al-Arnau’uth dalam Takhrijul Musnad (8991)]
Setelah kita tahu maka pasti kita lebih semangat lagi dong pastinya untuk mempersiapkan diri kita untuk menyambut bulan Ramadhan nanti. Lalu hal apa yang harus kita lakukan dan persiapkan. Kita harus mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan nanti sesuai dengan yang Nabi lakukan. Memang hal apa saja yang nabi lakukan menjelang Ramadhan? hal-hal yang Nabi lakukan menjelang Ramdhan yaitu :
Persiapan Ruh, Nabi meningkatkan shalat malamnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam biasa melakukan shalat malam sampai kedua kakinya bengkak, maka aku berkata kepadanya, “kenapa engkau melakukan seperti ini, wahai Rasulullah? Padahal dosa-dosamu yang telah lalu dan akan datang telah diampuni.” Rasulullah menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur.”
Viral, Nabi memotivasi keluarga terdekat dan masyarakat Madinah dengan kehadiran bulan mulia. Sehingga pembicaraan viral di masyarakat adalah persiapan terbaik menuju Ramadhan.
Persiapann Fisik, Nabi lebih sering berpuasa sunnah. Sesuai kisah Aisyah ra: Rasulullah banyak berpuasa di bulan Sya’ban sehingga kita mengatakan, beliau tidak pernah berbuka. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah banyak berpuasa di luar Ramadhan melebihi Sya’ban. (HR.Bukhari-Muslim)
Nah setelah kita tahu mari kita tiru hal-hal yang dipersiapkan dan dilakukan nabi menjelang Ramadhan. Selain itu kita juga harus mencontoh ulama dalam mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Apa aja ya kira-kira? Mari kita simak di bawah ini :
6 Bulan sebelum Ramadhan
Mereka menabung harta untuk diinfakan di bulan Ramadhan
Memperbanyak puasa sunnah
Menyebarkan nasihat agar masyarakat bersiap untuk Ramadhan
Terus berdoa kepada Allah agar disampaikan pada bulan Ramadhan
6 Bulan setelah Ramadhan
Melakukan puasa Syawal
Menghidupkan terus amalan Ramadhan
Tidak merasa sudah finish, melainkan baru dimulai
Menjadi hamba Rabbaniyin, bukan Ramadhaniyyin
Terus berdoa kepada Allah agar amal di bulan Ramadhan diterima
Bagaimana apakah sudah ada gambaran? Nah setelah kita tau hal apa yang dilakukan oleh nabi menjelang ramadhan dan para ulama dalam menyambut bulan mulia ini, pastinya kita jadi lebih terarah dalam merencanakan dan mempersiapkan diri menuju bulan Ramadhan nanti. Setelah paham keutamaan Ramadhan dan mengetahui kebiasaan Nabi dan Ulama sekaranng penulis akan jabarkan langkah apa saja yang kita harus lakukan dalam mempersiapkan diri menuju Ramadhan.
Niat, Semua tergantung pada niatnya. Luruskan niat karena Allah. Bukan yang lain
Catat, Tulis semua target secara komprehensif meliputi aspek Ruh, Fisik, Akal, Finansial, dan letakkan sebagai wallpaper Handphone
Pemanasan, Cicipi sebagian target Ramadhan dengan level mudah, sebagai latihan awal atau warming up agar nanti tidak terjadi keram niat dan dislokasi hati.
Peer counselor, Carilah teman sejawat untuk sharing target sekaligus menjadi penasehat dan pengontrol targetmu.
Berdoa, Panjatkan doa agar Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya. Sehingga semua niat menjadi mudah untuk diamalkan dan dikuatkan dalam menghadapi ujian.
Setiap ilmu ibarat akar dalam sebuah pohon, dan buahnya adalah amal perbuatan. Mari sama-sama kita lakukan persiapan dalam menyambut bulan Ramadhan sesuai dengan yang nabi lakukan dan yang ulama contohkan. Serta dengan niat yang lurus karena Allah. Semoga Allah membimbing serta menguatkan kita agar lulus dari ujian.
Penulis: Qori Febrianto, Bimbingan dan Konseling 2019.