Nisfu Sya'ban...
malam yang penuh kelabu
Awan biru gelap tertutup abu
Udara sejuk bersih tanpa debu
Rembulan terang benderang
Mengundang kebahagiaan nan girang
Gelak senyum bak taman bunga bersarang
Kedua tangan tertadah
Kepala jenjang menengadah
Memohon ampunan tanpa henti dan pasrah
Bagai seringai angin penghapus keluh kesah
Ada bahagia ada sedih di malam nisfu sya'ban...
Keduanya saling melengkapi tanpa lirih
Atas apa yang terjadi pada bumi
Maraknya wabah pandemi
Seakan menyelimuti tanpa henti
Nisfu sya'ban....
Malam agung yang telah datang
Semua menyambut dengan girang
Berharap semua khilaf terhapuskan
Wahai sang maha pengasih dan penyayang
Semua do'a terpanjatkan
Berharap semuanya akan baik-baik saja
Nisfu sya'ban ....
Sebuah harapan tercurahkan
Lepas tepat dari senapan
Kelopak mata terpejam disertai tadah kedua tangan
Alunan gerimis berbisik manis
Jauh dari hingar bingar petir yang menggelegar
Sujud dalam bentang sejadah panjang
Berharap dan beraharap
Memohon dan memohon
Nisfu sya'ban ...
Berikan ketenangan pada hati yang gelisah
Hangat dalam dekapan sang pencipta
Lirih tanpa kata terduduk lemas
Namun terasa nyaman dalam pelukan
Pelukan nurani sang ilaahi rabbi
Penulis: Ana Mayuha, Kimia 2019.